SUPERSOCCER

Zaenal Arief dari Kasus Indisipliner Hingga Tarkam

Zaenal Arief saat menghadiri acara Ngoper Persib Pisan (BobotohID/AH)
26 November 2020, 17:07

Acara Ngoper Persib Pisan Jumat (24/11) lalu kedatangan bintang tamu mantan pemain Persib sekaligus mantan Timnas Indonesia yakni Zaenal Arief. Menggunakan celana jeans, kaos oblong, berkacamata dan topi datang menuju studio BobotohTV. Sosok Abo sapaan akrabnya memang tidak asing lagi di telinga bobotoh, dimana pada masa bersama Persib Abo dikenal sebagai pemain yang melakukan selebrasi mencium logo Persib di dada dan duet lini depan bersama Cristian Bekamenga atau Ridoane Barkaoui.

Dalam acara ngoper Persib Pisan yang dipandu oleh dua host Mang Ahiiww dan Mang Qdonk tersebut Abo terlihat santai dan menikmati perbincangan dengan dua host tersebut. Bahkan Abo berada di acara ngoper serasa dirinya menjadi pemain sepak bola lagi. "Berasa Jadi pemain sepakbola lagi," ujar Abo.

Abo pun menjelaskan kenapa dirinya di panggil Abo. Menurutnya sang paman lah yang pertama kali memanggil dirinya Abo. Anak "Bongsor" itulah arti Abo.

"Itu pemberian dari Wa Itong waktu kecil. Dari karena badannya besar dan bongsor, maka dipanggillah Abo. Anak bongsor," ujar Abo.

Dituduh Indisipliner Berat

Abo yang saat itu memperkuat Timnas Indonesia untuk Piala Asia tahun 2007 silam, banyak pemberitaan soal dirinya melakukan indisipliner dengan selalu pulang subuh. Dalam kesempatan itu Abo mengklarifikasi atas tuduhan tersebut.

"Saya justru balik ada pertanyaan, pernah lihat saya pulang subuh? Senakal-nakalnya saya di lapangan, saya itu paling rajin untuk menjaga kondisi badan. Kalau pulang malam mungkin masih bisa ditolerir, seperti jalan-jalan dan sebagainya,"

"Saya ingin klarifikasi bahwa waktu itu saya di timnas tidak kabur dari TC. Waktu itu ada peraturan jam 11 harus sudah di kamar semuanya, tetapi waktu itu saya tidak ada di kamar dan sampai di hotel jam 11 lebih. Tetapi sebetulnya 10 malam itu semuanya sudah harus di kamar, ada pengecekan. Waktu itu saya satu kamar dengan Jufriyanto,"

"Ceritanya waktu itu ponsel jaman dulu kan berbeda dengan yang sekarang ya. Sekitar jam 11.15 saya sampai hotel, sudah penuh kotak pesan di ponsel saya. Saya akui memang waktu itu saya indisipliner dalam hal batas jam malam, tetapi jika ada pembahasan bahwa saya kabur, saya menolak tim nasional dan saya tidak nasionalis, saya ingin klarifikasi di sini,"

"Waktu 2003 pas hari lebaran, saya harus berangkat ke Vietnam untuk SEA Games, itu untuk apa? Untuk Timnas. Berarti, apakah saya masih kurang nasionalis? Saya ingin balik tanya,"

"Untuk pemberitaan dan pernyataan bahwa saya disebut indisipliner dengan pulang subuh waktu itu, saya punya kekuatan apa untuk melawan mereka? Kemampuan saya hanya bermain sepak bola, bahkan saya sempat ditekan bahwa saya harus mengakui kejadian tersebut dengan ancaman saya akan dihukum 2 tahun tidak boleh bermain bola di Indonesia. Saya waktu itu harus berhadapan dengan Komdis PSSI yang seorang hakim, anggota-anggotanya pun sangat luar biasa, sementara saya hanya seorang pemain sepak bola, saya tidak tahu apa-apa, saya tidak tahu harus bicara apa,"

"Waktu itu bahkan ketua umumnya berbicara kepada saya 'kalau kamu gak ngaku, 2 tahun kamu gak boleh bermain bola'. Dapat ancaman seperti itu, saya kembali lagi kepada do'a dari ibu. Saya cerita kepada ibu saya, lalu ibu saya bilang kepada saya bahwa kalau saya melakukan itu, saya harus terima konsekuensinya, tapi kalau tidak, Allah akan tunjukkan itu semua. Dan apa yang terjadi setelahnya waktu itu? Siapa yang masuk tahanan selama 2 tahun? Kalau ada yang masih ingat, silakan bicara sekarang," Ujar Abo menjelaskan semuanya soal tudingan tersebut.

Pemain Tarkam Sah-sah Saja

Dalam kesempatan ini pun Abo bercerita soal pemain yang mengikuti Tarkam (Antar Kampung). Menurutnya dimasa pandemi ini  dimana pemain harus menganggur karena tidak adanya kompetisi.

"Soal Tarkam karena kebetulan rolenya sedang begini, tidak bisa saling menyalahkan tapi tidak bisa menyalahkan. Kalau sekarang mau Tarkam mau tidak, bebas saja," papar pria asal Cikajang Garut. (BobotohID/AH)

Berikut Tayangan Ulang Video Ngoper Persib Pisan Bersama Zaenal Arief :