SUPERSOCCER

Cerita Zaenal Arief: Dituduh Indisipliner Berat, Malah Ketum PSSI Dipenjara!

Zainal Arief buka-bukaan di acara NGOPER Persib Pisan Bobotoh TV. (Bobotoh.id/AH)
25 November 2020, 10:25

Mantan pemain Persib Bandung dan Timnas Indonesia, Zaenal Arief menceritakan kasus polemiknya mengenai indisipliner di Timnas pada tahun 2007 silam. Pernyataan tersebut diceritakan oleh Arief di acara NGOPER Persib Pisan yang ditayangkan secara langsung melalui kanal Youtube Bobotoh TV, Selasa malam (24/11/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Zaenal Arief mengklarifikasi tuduhan yang mengatakan bahwa dirinya indisipliner dengan pulang di waktu subuh saat pemusatan latihan Timnas Indonesia untuk Piala Asia 2007. Ia mengklarifikasi bahwa dirinya hanya indisipliner melanggar sedikit waktu di jam malam, dan tidak pernah merasa bahwa dirinya pulang subuh waktu itu.

Pemberitaan saat itu memang marak menceritakan bahwa Zaenal Arief indisipliner dan tidak nasionalis dengan meninggalkan timnas. Arief pun sempat diancam dihukum 2 tahun larangan bermain karena kasus tersebut.

Bahkan, Arief blak-blakan menceritakan tuduhan tersebut justru berbalik dengan dihukumnya Ketua Umum PSSI saat itu, Nurdin Halid yang malah dipenjara selama 2 tahun karena kasus lain di luar sepak bola.

Ieu Rame Bob: PULANG JAM 3 PAGI, PENYEBAB DUA PEMAIN TIMNAS U-19 DICORET!

Berikut cerita lengkap dan klarifikasi Zaenal Arief terkait kasus indisipliner di timnas pada tahun 2007:

"Saya justru balik ada pertanyaan, pernah lihat saya pulang subuh? Senakal-nakalnya saya di lapangan, saya itu paling rajin untuk menjaga kondisi badan. Kalau pulang malam mungkin masih bisa ditolerir, seperti jalan-jalan dan sebagainya,"

"Saya ingin klarifikasi bahwa waktu itu saya di timnas tidak kabur dari TC. Waktu itu ada peraturan jam 11 harus sudah di kamar semuanya, tetapi waktu itu saya tidak ada di kamar dan sampai di hotel jam 11 lebih. Tetapi sebetulnya 10 malam itu semuanya sudah harus di kamar, ada pengecekan. Waktu itu saya satu kamar dengan Jufriyanto,"

"Ceritanya waktu itu ponsel jaman dulu kan berbeda dengan yang sekarang ya. Sekitar jam 11.15 saya sampai hotel, sudah penuh kotak pesan di ponsel saya. Saya akui memang waktu itu saya indisipliner dalam hal batas jam malam, tetapi jika ada pembahasan bahwa saya kabur, saya menolak tim nasional dan saya tidak nasionalis, saya ingin klarifikasi di sini,"

"Waktu 2003 pas hari lebaran, saya harus berangkat ke Vietnam untuk SEA Games, itu untuk apa? Untuk Timnas. Berarti, apakah saya masih kurang nasionalis? Saya ingin balik tanya,"

"Untuk pemberitaan dan pernyataan bahwa saya disebut indisipliner dengan pulang subuh waktu itu, saya punya kekuatan apa untuk melawan mereka? Kemampuan saya hanya bermain sepak bola, bahkan saya sempat ditekan bahwa saya harus mengakui kejadian tersebut dengan ancaman saya akan dihukum 2 tahun tidak boleh bermain bola di Indonesia. Saya waktu itu harus berhadapan dengan Komdis PSSI yang seorang hakim, anggota-anggotanya pun sangat luar biasa, sementara saya hanya seorang pemain sepak bola, saya tidak tahu apa-apa, saya tidak tahu harus bicara apa,"

"Waktu itu bahkan ketua umumnya berbicara kepada saya 'kalau kamu gak ngaku, 2 tahun kamu gak boleh bermain bola'. Dapat ancaman seperti itu, saya kembali lagi kepada do'a dari ibu. Saya cerita kepada ibu saya, lalu ibu saya bilang kepada saya bahwa kalau saya melakukan itu, saya harus terima konsekuensinya, tapi kalau tidak, Allah akan tunjukkan itu semua. Dan apa yang terjadi setelahnya waktu itu? Siapa yang masuk tahanan selama 2 tahun? Kalau ada yang masih ingat, silakan bicara sekarang,"

(Bobotoh.id/RF)